280910 pk 07.17 wib nenek tersayangku kembali ke kampung halaman Nya. Sesosok Nenek yang mewarnai masa kecil indahku, wanita tradisional yang menghiasi ingatanku tentang indahnya tradisi jawa tengah dengan kebaya dan jarik indahnya. Akan selalu ada dalam. Memori ku. Tangis pedih ku mengantarkan beliau kembali kedalam pelukanNya. Kesebuah alam abadi dengan kedamaian tak ternilai.
Indah,damai,penuh cinta kasih Allah. Sebuah frase paling indah yang ada. Well, rasa kehilangan sempat mencekik sisi egoisku. Ketakutan abstrak yang tergambar penuh dengan momok kesepian dan kesalahan.
Beberapa jam dalam sudut ketakutan itu membuatku berpikir picik tentang keputusan Tuhan. Astagfirullah.
Wahai Pemilik seluruh alam semesta, pemilik diriku,dan waktu, sebegitu berkuasanya Engkau. Kuasamu akan kebahagiaan,kesedihan,dan kekekalan tak bisa di elakan lagi.
Engkau indah,berkuasa,penuh cinta kasih,kebijakan,dengan kelalaian macam apa hingga ku berani melawannya?
Tuhan, pelukanMu adalah romantisme paling sempurna,suci dan abadi yang pernah ada. Hanya itulah kisah kasih yang layak diimpikan tiap manusia.
Cinta kasih mu adalah hasrat paling suci yang layak di perjuangkan.
Allah..Allah..
Hanya NamaMu yang berdesir lembut di rongga-rongga syarafku.
Allah..Allah..
Hanya berkah mu yang menari riang dalam hembusan nafas egoisku.
Allah..Allah..
Asmaul husna Mu menyanyikan melodi aktif dalam hidupku.
Nenek ku telah tidur dengan senyum indah di kampung Illahi. Seiring dengan airmata yang telah mengering, ku antarkan sosok islami itu dengan doa,kasih,cinta,dan ikhlas. ‘Eyang, pasti bahagia ya dah mudik dengan senyum. Eyang pasti bahagia bisa mendapatkan kedamaian abadi dari Allah. Dan eyang Alhamdulillah bisa tidur di samping romo. Suatu hari qta pasti bisa menari riang di surga illahi,yang..’
Well,hari ni tak kan terlupakan. Pelajaran dan cinta kasih hari ni akan selalu mengakar kuat dalam nuraniku. Tuhan,ku merindukanMu..
